Woensdag 04 November 2015




CONTOH MEMBUAT BROSUR DENGAN BAHASA INGGRIS


 ANYER BEACH
holiday boredom!!
Come to anyer beach, you can holiday with your family and having fun together.
You can play volly beach with your family and you also flying a kite with your family or your friends . you can a vacation with your boyfriend/girlfriend.
you also play banana but, surfing, and then you can stay at villa with place you want but you must be ordered in advance.

Come and visit anyer beach with your family or your friend.
You can to here with ride bus or by private car to pass through the toll so fast and not affected by traffic jams.

DO NOT HESITATE TO VISIT THE BEACH  ANYER!!!


semoha bermanfaat untuk teman-teman semuanya

Bagikan :

Facebook Twitter

Vrydag 02 Januarie 2015

Bagikan :

Facebook Twitter

Pantun Teka-Teki [Dan Jawabannya]

 

 Berikut ini adalah kumpulan pantun teka-teki dan jawabannya yang bisa anda simak sebagai bahan bacaan yang menghibur saat santai atau dalam aktifitas surfing anda di internet ...

Kompilasi Pantun Teka-Teki

Mulut manis hati nak baik,
Itulah amalan turun temurun;
Benda apa yang akan naik,
Apabila saja hujan turun.(payung)

Pergi umrah setiap tahun,
Moga sentiasa murah rezeki
Dalam batang ada daun,
Dalam daun ada isi?(lemang)
Terbang tinggi si burung helang
Hinggap di atas pohon meranti
Anak ramai ibunya seorang,
Bila bergesel berapi-rapi?(mancis)

Pisau lipat dimainnya kera
Tangannya luka lalu terjun
Makan kuat tidak terkira
Kenyangnya tidak tahi bertimbun? (api)

Cik Limah bersama anak lelaki
Duduk makan keropok lekor
Yang mengejar tidak berkaki,
Yang dikejar tiada berekor?(ular dan katak)

Tuan puteri belajar menari
Tari diajar oleh Pak Harun
Kalau Tuan bijak bestari
Apa yang naik tak pernah turun? (umur)

Ada tubuh ada tangan,
Tiada kepala tiada kaki;
Sangat berguna waktu hujan,
Apakah dia yang dimaksudkan ini.(baju hujan)

Burung nuri burung dara
Terbang ke sisi taman kayangan
Cubalah teka wahai saudara
Semakin diisi makin ringan? (belon)

Budak-budak ramai di pekan
Hari raya membakar petas
Kalau adik pandai kiasan
Apakah buah gugur ke atas?(buah Melaka)

Minah ketawa terjerit-jerit
Melihat koyak pada seluar
Orang putih duduk sederet
Pagar didalam tebing diluar? (gigi)

Buah budi bidara mengkal
Masak sebiji di tepi pantai
Hilang budi bicara akal
Buah apa tidak bertangkai?(buah hati)

Hidup aman di dalam kota,
Ada pemimpin bernama raja;
Buruh-buruh rajin bekerja,
Askar bertugas setiap masa.(anai-anai/semut)

Ada sebiji roda pedati
Bentuknya bulat daripada besi
Bila bermain diikat sekuat hati
Dilempar hidup dipegang mati? (gasing)

Walau dibungkus bukan kiriman,
Sudah takdir tuhan yang satu,
Meski ditanam bukan tanaman,
Cubalah teka apakah itu?(mayat)

Bila kecil boleh ditiup,
Sudah besar janganlah lagi,
Kalau tercucuk ia meletup,
Kalau terlepas terbangnya tinggi.(balon)

Tinggi duduk di atas sekali,
Bukan bulan bukan matahari;
Bila malam ia berseri,
Bila siang ia berganti.(bintang)

Buah budi bedara mengkal
Masak sebiji di tepi pantai
Hilang budi bicara akal
Buah apa tidak bertangkai? (buah melaka)

Sekian, semoga pantun tebak-tebakan diatas bisa menghibur..

Bagikan :

Facebook Twitter

PANTUN JENAKA

Oh bulan kemana bintang
Atas pucuk kayu ara
Oh tuan kemana hilang
Dalam bilik anak dara

Atas pucuk kayu ara
Lebat daunnya pokoknya rindang
Hilang kedalam bilik nak dara
Cuma meminta rokok sebatang

Ambil segulung rotan saga
Sudah diambil mari diurut
Duduk termenung harimau tua
Melihat kambing mencabut janggut

Sudah diambil mari diurut
Diurut dibawah pokok sena
Melihat kambing mencabut janggut
Gajah pula mengorek telinga

Ambilkan bilah pokok sena
Jadikan lata tempat berhandai
Andaikan gajah korek telinga
Giliran buaya hajat berinai

Jadikan lata tempat berhandai
Terbang sekawan burung belibis
Giliran buaya hajat berinai
Pipit pula membilang tasbih

Ambil sejimpit beras dan bertih
Ditabur penawar merubah nasib
Andaikan pipit membilang tasbih
Tafakur elang membaca ratib

Ditabur penawar merubah nasib
Nasib baik bukan sebarang
Tafakur elang membaca ratib
Melihat sitikus mengasah parang

Janda berhias merambah karang
Sirih kuning disangka serai
Melihat tikus mengasah parang
Datang kucing meminta damai

Sirih kuning disangka serai
Dijemur panas daunnya kering
Melihat kucing meminta damai
Ayam memasak pulut kuning

Elok sungguh bunga kantil
Tumbuh kearah kolam telaga
Elok sungguh berbini sungil
Walaupun marah tersenyum juga

Tumbuh kearah kolam telaga
Telaga mencuci badan yang melekit
Walaupun marah tersenyum juga
Tangan ketam cubitnya sakit

Bunga kantil sunting di Aceh
Bunganya putih dalam cerana
Biarlah sungil hatinya kasih
Cubitnya perih saya terima

Bunganya putih dalam cerana
Dipetik dijual didalam pekan
Sementelah cubitan tuan terima
Hatinya jangan tuan lukakan

Bentan Telani diberi nama
Lagunya indah menawan merayu
Jangan hatinya diberi luka
Nantinya hilang kawan beradu

Disana merak disini merak
Merak mana hendak dikepung
Disana hendak disinipun hendak
Pening kepala terajang punggung

Diumpan merak dengan dedak
Hendak ditangkap dengan segera
Di sana hendak di sinipun hendak
Tepuk dada tanyakan selera

Bayan merbah merbuk dara
Terbang bebas hiasan angkasa
Jangan salah tertepuk dada
Badan terhempas mara bencana

Tuan puteri di atas puri
Dato hulubalang di atas padang
Bila dinasihati dengar-dengari
Bila bertepuk pandang-pandang

Air tawar ditambah gula
Lalu dihidang beralaskan kain
Memang awak mencari bala
Pergi menepuk dada yang lain

Bertelepuk emas diatas kain
Ada sirih bergambir tiada
Tak menepuk dada yang lain
Dada sendiri berdaging tiada

Tuah merbuk pada kung-nya
Bandan menukik begap rupa
Raja Chola menggeleng kepala
Berubah tepuk pada dada
Padan menjadi usap dimuka
Inikah tanda millenium tiga ?

Garu pelandok lumut garit
Gugur pucuk habis kontot
Lalu bidukku umbut berkait
Lenguh sendi siku dan lutut

Pelatuk besi lupuh melurut
Harimau dahan pelandok melompat
Melenguh sendi siku dan lutut
Balikkan badan biduk terjungkat

Kerbau putih membongkah tanah
Badak sambu pagut resam
Kalau mandi biarlah basah
Bidukku lalu umbut terendam

Bagikan :

Facebook Twitter
Pantun Cinta Romantis - Khususnya bagi kalian yang memang sedang menjalin hubungan dengan seseorang yang spesial (Pacaran), sudah menjadi kewajiban kalian membuat nyaman pasangan kalian agar hubungan semakin romantis dan semakain harmosnis. salah satu caranya, yaitu memberikan rayuan rayuan romantis berbentuk pantun cinta romantis. dalam bentuk apapun kata-kata cinta memang harus sering mengisi hubungan kalian, yah itu memang menjadi suatu keharusan.
Pantun Cinta Untuk Pacar - Sesuai dengan judulnya, makna dari pantun-pantun ini berisikan cinta. yang menurut saya sangat cocok buat ngerayu, ngegombalin atau membuat seseorang (pacar) kelepek kelepek. jadi tidak ada salahnya pada saat saat yang tepat kalian memberikan pantun ini, misal lewat sms, lewat status fb atau kalian ucapkan langsung dihadapannya. untuk mempersingkat waktu langsung saja dibawah ini :

Pantun Cinta Romantis, Lucu Buat Pacar

Pantun Cinta Romantis Buat Pacar
Ada wanita yang rambutnya sebahu
ternyata dia seorang penjual jamu.
Hari ini kau harus tahu,
aku tak bisa hidup tanpa cintamu.

Gula pasir lebih manis gula jawa,
buah mahoni lebih pahit dari jamu.
Hatiku ini takkan mendua,
karena hati ini telah jadi milikmu.

Punya istri cuma satu,
dia malah seorang penjual jamu.
Aku ingin ungkapkan sesuatu,
yaitu aku ingin mendapatkan
cinta yang tulus darimu

Nasi uduk masih anget
Beli nye di pinggir jalan
Yang lagi duduk manis banget
Boleh ga kite kenalan

Beli kain warna nya merah
Dari kediri pake nya batik
Di godain jangan marah
Salah sendiri punya wajah cantik

Di pinggir kolam makan bubur
Jangan lupa pakai keripik
Dari semalem aye ga bisa tidur
Selalu teringat wajah mu yg cantik

Pohon sagu jatoh di tebang
Pohon duku di bikin sarang
Jangan ragu jangan bimbang
Cinta ku hanya untuk mu seorang

Paling cakep burung gelatik
Di atas awan terbang melayang
Emang banyak wanita cantik
Cuman ade yang abang sayang

Juragan pisau makan buah
Buah kotor kena tinta,
Jangan risau jangan gundah
Karena derita bumbu cinta

Mulanya duka kini menjadi lara
Teman tiada hanyalah sendu
Bila rindu mulai membara
Itulah tanda cinta berpadu

Anak bangsawan menjahit tabir
Sulam di tepi siku keluang
Benci tuan cuma di bibir
Dalam hati membara sayang

Anak ayam belajar berenang
Anak itik di paya bakau
Mulut menyebut hati terkenang
Rindukan adik jauh di rantau

Ada harta tidak terjaga
Ada peti tidak terkunci
Bahana cinta anak remaja
Sekejap kasih sekejap benci
Dinda cantik tinggi semampai
Dada bidang rambut mengurai
Putih melepak lembut gemulai
Kakanda melihat rasa terkulai
Walau banyak bunga di taman
Bunga mawar masih dikenang
Walau banyak kupunya teman
Dalam hatiku dinda seorang
Pohon selasih tumbuh melata
Tumbuh perdu jauh di sana
Sepasang kasih mabuk bercinta
Siang merindu malam merana
Tinggi-tinggi burung merbuk
Terbang melayang ke tanah rata
Hati teringat mulut menyebut
Wajah terbayang di depan mata
Hujan basah habis pun basah
Duduk sendiri tidak mengapa
Sudah lama kita berpisah
Baru kini kita berjumpa
Beribu melintas di depan mata
Rumput kuberantas habis rata
Burung serindik mematuk betik
Beribu melintas di depan mata
Hanyalah adik yang paling cantik
Beribu-ribu pohon beringin
hanya satu si pohon randu
saat malam terasa dingin
hanya wajahmu yang aku rindu
buah salak baru dipetik
buah dukuh buah delima
ada banyak wanita cantik
cuma kamu yg aku cinta

Barang itu adalah barang yang antik.
tadi penjual barang antik tersebut datang kesini bertamu.
Berjuta-juta wanita yang cantik
tiada wanita cantik selain dirimu.

Manusia dibagi menjadi dua jenis
serta ada yang muda dan ada yang tua
Kau hari ini tambak begitu manis,
sampai-sampai melebihi manisnya gula jawa.
buah salak baru dipetik
buah dukuh buah delima
ada banyak wanita cantik
cuma kamu yg aku cinta
Malam minggu malam yang panjang
saling berkunjung jumpa kerabat
Yang ditunggu pun kini telah datang
walau hujan hati terasa hangat

Padi manguniang masak di sawah
Mancik bamain di ateh bilah
Hiduik la paniang dek banyak mangalah
Karano adiak nan banyak tingkah

Kalian sudah membaca Pantun Cinta romantis Buat Pacar. jadi apa yang saya harapkan diatas mudah-mudahan tercapai oleh kalian. sekali lagi INGAT jangan berikan pantun pantun diatas kepada istri orang, kalo buat pacar orang boleh, asalkan kalian tidak berantem. TERIMAKASIH

Bagikan :

Facebook Twitter

Donderdag 01 Januarie 2015

NASKAH DRAMA TEATER KOMEDI: PERGAULAN GADO-GADO




Hai guys.. ketemu lagi nih sama saya si admin yang paling kece :D . Kali ini saya akan barbagi karya dari seseorang yang sangat berjasa bagi saya yaitu Naskah Dialog Drama Komedi dengan Tema Kartini dan Pendidikan yang banyak sekali pesan dan amanat didalamnya...
okay Guys semoga bermanfaat ya :)




________________________________________________________________________________________________________


Teater  15pas mempersembahkan:  Pergaulan Gado-gado


Komedi satu babak:  PERGAULAN GADO-GADO
Para Pemain:
Isteri        : ___________________________________________________
Suami      : ___________________________________________________
Orang 1   : ___________________________________________________
Orang 2   : ___________________________________________________
Orang 3   : ___________________________________________________
Orang 4   : ___________________________________________________
Orang 5   : ___________________________________________________
Orang 6   : ___________________________________________________
Kartimun : ___________________________________________________
Petugas   : ___________________________________________________
Adegan 1
Mc memanggi. Seluruh pemain masuk (diiringi musik) selanjutnya ambil posisi duduk sebagian di kiri dan sebagian di kanan, sebagian berdiri.
Isteri    :  He Penonton!  Buah pinang kulit serabut/ manis-manis kue bidara/ duduk tenang jangan ribut/
                 orang sukses mau bicara….  Saya sama bapak anak-anak ini keluarga sukses. Nama saya
                 Titin Kartini, ini suami saya Bejo. Disingkat jadi TeKaBe. Kayak nama partai!
Suami  :  Partai itu PeKaBe!
Isteri    :  Anak saya namanya Kartimun. Anak saya cantiknya luar biasa. Ya Pak yah? Duh tuh anak luar
                biasa. Sering juara. di kelas peringkatnya nomor sepatu. Pada saat teman-teman belum pada
                datang, juga paling cantik di kelas. Saking cantiknya, banyak yang ngejar-ngejar: anak-anak
                cowo, bahkan gurunya. Eh, orang kantin juga ngejar-ngejar sampe ke rumah! Heh tuh anak
                mujur bener nasibnya. Iya kan pak?
Suami  :  Iyah…
Isteri    :  Kata guru olahraganya, Pak Lasiran, anak saya juara untuk bidang lompat pagar. Setiap hari ga
                pernah alpa, sekolah terus. Minggu kegiatannya ekskul, ekskul musik: Piano. Kemana-mana
                juga dia suka bawa piano. Tanggal merah dia sekolah terus. Si Kartimun, walaupun ga diberi
                uang jajan tetep bias jajan. Soal cari duit tuh anak pinter banget. Padahal ga bawa duit, masuk
                pasar eh pulang bawa sayuran. Yah pak yah!
Isteri    :  (kesal) Begini yah Bu. Hari ini kita mau makan apa yah?
Isteri    :  Cita-citanya… cita-citanya apa pak?
Suami  :  (sinis) pilot
Isteri    :  Iya pilot. Disekitar sini kan belum ada orang yang cita-citanya pilot. Emang sih teman-temannya
                bercita-cita pengan jadi pemulung. Pemulung itu bukan cita-cita, nasib…
Suami  :  Bu, pelan-pelan. Bapak juga pemulung.
Isteri   :  walaupun pemulung tapi kan bapak bukan pemulung biasa. Kalau bapak kan spesialis pemulung
                sandal di masjid.

________________________________________________________________________________________________________

Teater  15pas mempersembahkan:  Pergaulan Gado-gado


Orang  1,2,3  :  (masuk) Kartimun….. Kartimun…….. Kartimun. (Nyanyi) Kartimun, kangkung kacang kol 2x
                           Terong-terong !
                           Hejahe-jahe, Kartimun, Cabe, Kangkung toge… 3x

                           Bapak-Ibu, apakah Kartimun ada dirumah? Kami ingin ngajak belajar bersama
Isteri    :  Kartimun, anakku cantik luar biasa, tidak ada dirumah. Dia sedang menuntut ilmu, guna
                mencapai cita-cita masa depan agar brguna bagi nusa, bangsa, dan agama. (Nyanyi) Indonesia
                tanah airku! Merah darahku! Merah punggungku, merah bibirku…..
Suami  :  Bu bukan begitu. (Nyanyi) Indonesia tanah air beta…..
Isteri    :  Cukup, pak.
Orang  1,2,3  :  Tapi, bu, sekolah kan diliburkan. Guru-gurunya rapat. Bener bu!
Isteri    :  Ahhh kalian ini. Bo-ing banget. Hari gini sekolah gurunya rapat, gak mungkiiiiiiin.
Orang  1,2,3  :  Begini loh Bu, Kartimun dalam beberapa hari ini tidak masuk sekolah. Biar tidak tertinggal
                           pelajaran, kami mau mengajaknya belajar bersama.
Suami  :  Bu…
Isteri    :  Ahhh, pergi-pergi kalian. Tadi anakku berangkat kok. Kami juga mau ke arisan! Ayo Pak!
Out

Adegan 2
Orang 4, 5 dan 6 adalah para siswa yang selain rajin sekolah juga rajin usaha, ada yang jual Koran ada pula yang jualan makanan. Masing-masing membawa dagangannya. Di suatu tempat…
Orang  4  : Moy, nanti lulus SMA kamu mau kuliah ke mana?
Orang  5  : Mau masuk ke UNTER
Orang  6  : UNTAR kali…
Orang  5  : UNTER Universitas Terkenal
Orang  4  : Aku mau masuk UGD, Universitas Gawat Darurat. Kamu mau kemana?
Orang  6  : Aku mau masuk fakultas kedodoran, eh kedokteran gigi. Spesialis gigi taring.
Orang  5  : (memandang ke satu arah) Eh, ada teman kita tuh, malu, ngumpet yuk …..
Orang  4  : Jangan
 _______________________________________________________________________________
Teater  15pas mempersembahkan:  Pergaulan Gado-gado


Orang  6  : Gak usah malu. Kita kan jualan untuk biaya sekolah.
Orang  4  : Kita kann tidak melakukan kesalahan.
Orang  5  : Yasudah. Kamu yang hadapi duluan.
Orang  1,2,3 : (masuk) Hai Kawan-kawan…. Ngapain kalian disini?
Orang  4,5,6 : Jualan dong
Orang  1,2,3 : Bagus….. Bagaimana laku dagangannya?
Orang  4,5,6 : Alhamdulillah…
Orang  1,2,3 : Kalian lihat Kartimun gak?
Orang  4,5,6 : Nggak tuh?
Orang  4  : (mengingat) Tapi… Ah… Mudah-mudahan bukan
Orang  1  : Maksudmu?
Orang  4  : (ragu) Cuma mirip kali… Aku melihat orang mirip Kartimun digandeng cowok, jalan, lalu naik
                   taksi kearah kota. Tapi mudah-mudahan bukan Kartimun.
Orang  5  : Aku juga pernah lihat dia turun dari sedan, dandanannya menor.
Orang  5,6 : Memangnya ada apa sih?
Orang  3  : Kita cuma khawatir kalau Kartimun…..
Orang  2  : Terlibat pergaulan gado-gado…..
Orang  4  : Siapa yang jadi kacangnya?
Orang  3  : Eh! Kalian dagangnya sudah selesai?
Orang  6 : emang mau beli?
Orang  2  : Iya, aku mau beli.
Orang  4,5,6 : Habis……………. Alhamdu…..
Koor        : ……lillah……..
 _______________________________________________________________________________
Teater  15pas mempersembahkan:  Pergaulan Gado-gado


Adegan 3
Isteri    :  (mengamuk, menarik kuping anaknya sambil mengomel) Kartimun……. Kamu kemana saja
                selama ini hah? Kemana?
                Ini anakmu pak. Ini anakmu. Bukan anakku , bukan… bukan…
Suami  :  Ini anak kita Bu, anak kita…
Isteri    :  Tidak!
Suami  :  Anak kita.
Isteri    :  Dasar Bapak sih. Bagaimana sih jadi bapak, tidak becus mendidik anak!
Suami  :  Anakku, memangnya kemana saja kamu selama ini?
Kartimun : Sekolah.
Suami  :  Sekolah dimana?
Krtimun : Dimana-mana. Di warnet, d mall, di….. ya dimana saja-lah…
Suami  :  Astagfirullah
Kartimun : (Bingung) Memang kenapa bu?
Isteri    :  Ini kamu tidak lulus…… Apa kata Dunia…..Anak keluarga sukses tidak lulus!
Petugas   : (Masuk) Saya Polisi. Anak ibu saya tangkap.
Suami-isteri : (Terkejut) Memangnya kenapa?
Petugas   : Anak Bapak-ibu diketahui sebagai pengedar obat-obat terlarang
KARTIMUN DITANGKAP, IBU-BAPAKNYA MERADANG.
EPILOG:
Kartimun, anak yang di bangga-banggakan ibu-bapaknya itu gagal memperoleh ijazah. Dia tidak lulus. Gaya hidupnya yang glamour, suka keluyuran dan seing meninggalkan sekolah menjadi penyebabnya. Selain itu kebiasaan buruk dan keterlibatannya dengan pengedaran barang haram mengantarkannya ke pintu penjara. Sementara itu teman-temannya sekolahnya yang rajin belajar dan berusaha tengah sibuk mempersiapkan diri untuk pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi menggapai cita-cita bagi masa depan yang gemilang.

Bagikan :

Facebook Twitter
Contoh Naskah Drama Tentang Perjuangan

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terkenal akan perjuangannya melawan penjajah sehingga sangat umum kita melihat pementasan drama dengan tema perjuangan. Tema ini diangkat untuk mengingatkan kita kembali akan perjuangan para pahlawan saat mengusir pada penjajah dari tanah air Indonesia. Dengan melihat pementasan tersebut diharapkan para pemuda tidak akan lupa untuk terus meneladani sifat pahlawan yang pantang menyerah. Berikut ini adalah contoh naskah drama tentang perjuangan yang bisa anda pentaskan.
Judul drama
Perlawanan terhadap para penjajah di desa Teluk Hilir
Tema
Perjuangan
Tokoh dan Karakter
Suseno (Pemimpin desa yang bijaksana, banyak akal, dan gesit / protagonis)
Atinah (Istri Suseno, sabar dan selalu mematuhi suaminya / protagonis)
Ajimin (Saudara Suseno yang selalu membantu pemberontakan / protagonis)
Brata (Teman seperjuangan Suseno dan Ajimin, pekerja keras / protagonis)
Dirck (Jendral Belanda yang ingin memusnahkan desa Teluk Hilir / antagonis)
Henrick (Wakil dari Jendral Dirck yang bertanggungjawab dan patuh / antagonis)

Latar 
Tempat : Desa Teluk Hilir
Waktu : Pagi, siang dan malam hari
Sosial : Desa Teluk Hilir sudah lama menjadi daerah jajahan Belanda namun akhir-akhir ini beredar desas desus bahwa desa tersebut akan dimusnahkan untuk dibangun sebuah markas militer penjajah.
Sinopsis
Warga desa hidup serba kekurangan karena mereka sedang dijajah oleh Belanda. Mereka dipaksa untuk menanam tanaman yang dibutuhkan untuk perang seperti jarak. Bagi para penduduk yang berani menentang akan langsung dijatuhi hukuman mati. Meskipun terlihat tunduk namun para pemuda sedang membuat rencana pemberontakan terhadap Belanda yang ternyata bertepatan dengan rencana Belanda untuk memusnahkan kampung itu.
Teks drama

Babak 1

Pagi hari di sekitar kebun jarak.
Henrick : Cepat kerjanya, nanti ada jendral datang untuk melihat kerja kalian. Yang malas akan langsung masuk sel dan tidak akan dibebaskan!
Para petani : Baik Tuan.
Seseorang datang dari kejauhan dengan memakai seragam lengkap dan tentara pengawal.
Henrick : Jendral Dirck… (lari tergopoh-gopoh)
Dirck : Subur sekali tanah ini.
Henrick : Lapor Jendral, semua tanaman sudah siap dipanen.
Dirck : Kerjamu bagus.
Henrick : Jendral, saya dengar pasukan di wilayah utara semakin terdesak, apakah benar.
Dirck : Ya itu benar, tapi semalam bala bantuan dari pusat sudah datang dan akhirnya kita menang. Tapi, kita butuh tempat yang aman dan luas sebagai markas militer dan mendirikan benteng agar pertahanan kita tidak mudah dibobol.
Henrick : Kira-kira dimana akan didirikan markas itu?
Dirck : Ada beberapa tempat tapi aku memilih desa ini?
Henrick : Bukankah desa ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan perang.
Dirck : Ya, tapi kita harus punya markas yang kuat dan lokasi desa ini sangat ideal. Susun rencana untuk membakar seluruh desa saat semua penduduk lengah.
Henrick : Siap Jendral.
Dari semak-semak, seorang petani jarak mengamati pembicaraan mereka dan berlalu pergi setelah semuanya selesai.
Babak 2
Malam hari di rumah Suseno.
Brata : Musnah semua rencana kita, kita kalah cepat.
Ajimin : Ada apa? Mereka minta upeti lagi?
Brata : Kali ini masalahnya lebih genting. Mereka akan membangun markas baru disini dan semua kampung akan dibakar.
Suseno : Mereka sangat keterlaluan dan keji. Semua telah kita berikan bahkan makanpun kita kekurangan. Kapan mereka melaksanakan rencana itu.
Brata : Sekitar beberapa hari mendatang saat pasukan Belanda masuk wilayah ini.
Ajimin : Kita harus bergerak cepat untuk mengungsikan para warga tanpa mereka ketahui.
Suseno : Kita pindahkan orang tua renta, perempuan, dan anak-anak ke sisi hutan. Dan para pemuda harus turun untuk melakukan perjuangan.
Ajimin : Apa tidak terlalu gegabah?
Suseno : Tidak! Apa artinya persiapan kita selama ini jika akhirnya kita harus menyerah kalah begini.
Atinah : Kang, mereka bersenjata dan kita tidak, bagaimana kita bisa menang.
Brata : Kita sudah memiliki cadangan senjata di tempat yang mereka tidak tau kan?
Ajimin : Ya, semua warga desa harus tau dan rencanakan dengan matang.
Babak 3
Pagi hari di depan rumah Henrick.
Dirck : Apa pasukan lain sudah datang untuk membantu.
Henrick : Sudah Jendral dan nanti malam eksekusi siap dijalankan.
Dirck : Bagus, semua menjadi tanggungjawabmu, jika gagal, kamu yang aku penggal.
Henrick : Baik Jendral. (dengan suara yang sedikit gugup)
Dari semak-semak
Ajimin : Tidak salah lagi nanti malam adalah malam pembantaian.
Brata : Menjelang malam semua penduduk harus diungsikan dan semua persenjataan disiapkan.
Babak 4
Siang hari di rumah Suseno.
Suseno : Apa seluruh penduduk sudah tau dan mau mengungsi.
Ajimin : sudah.
Brata : Para pemuda juga sudah siap. Menjelang tengah malam desa akan kosong.
Suseno : Hmmmm… kita mulai perjuangan. Sisakan beberapa pemuda untuk menjaga warga desa.
Atinah : Kang berhati-hatilah, aku menunggumu di pengungsian.
Suseno : Iya, kita akan melakukan serangan gerilya yang tak terduga saat mereka membakar desa di malam hari. Pasukan Belanda pasti tidak akan menduganya.
Ajimin : Ya sudah sekarang kita kembali ke rumah masing-masing dan bertemu menjeang malam di pinggir hutan sebelah barat.
Brata : Aku percaya kita akan berhasil.
Babak 5
Tengah malam di perbatasan desa
Henrick : Semua penduduk sudah tertidur pulas. Ini saat yang tepat untuk menyerang. Aku tidak ingin ada satupun orang yang tersisa dari desa ini. Sapu habis bakar semua. Kalian mengerti!
Pasukan : Siap tuan.
Pasukan mulai memasuki desa dan membakar satu persatu rumah warga dengan cepat. Namun ada yang aneh. Desa tampak hening padahal pasukan bersenjata sudah siap menembaki mereka. Tiba-tiba segerombolan orang tak dikenal menyerang dari belakang.
Suseno : Waktunya sudah tiba. Seraaaaaang!
Para pemuda berhamburan keluar dari tempat persembunyian dan menyerang para pasukan membabi buta. Henrick akhirnya tewas dan pasukan yang tersisa lari terbirit-birit. Mereka mengabarkan kepada Dirck bahwa penyerangan gagal dan Jendral akhirnya menarik pasukan.
Suseno : Apa masih ada yang tersisa?
Ajimin : Aku rasa sisanya sudah lari. Kita biarkan saja yang penting semua selamat.
Brata : Kita harus bersiap dengan serangan sewaktu-waktu.
Suseno : Api sudah dikobarkan dan perjuangan dimulai di sini. Ini tanah air kita, mati atau hidup, harus kita pertahankan. Merdeka!
Tamat
Cerita drama ini merupakan salah satu gambaran bagaimana para pejuang mempertahankan tanah kelahirannya dari penjajahan yang sudah mereka alami selama puluhan tahun. Drama diakhiri dengan kemenangan di pihak bangsa Indonesia namun kita harus ingat bahwa meskipun sudah merdeka, kita harus mengisinya dengan prestasi untuk membanggakan negeri ini. Drama ini merupakan satu dari banyak contoh naskah drama tentang perjuangan lainnya yang bisa anda jadikan bahan untuk pementasan drama.
 
Read more: https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3107562528197739100#editor/target=post;postID=5361931247482683123

Bagikan :

Facebook Twitter